PENGAWASAN DALAM BIDANG MANAJEMEN
Vina
Ainuz Zam-Zam dan Nourma F Fauziyah
IAIN
Walisongo Semarang
ABSTRAK
Dalam sebuah manajemen atau organisasi
sangat diperlukan seorang pengawas, dimana seorang pengawas bertugas untuk
mengawasi atau mengendalikan selama proses manajemen itu dilaksanakan.
Pengawasan yang kurang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan,
baik bagi manajemen itu sendiri maupun bagi para pekerjanya. Di dalam proses
pengawasan seorang pemimpin yang melakukan tugas pengawasan, haruslah
sungguh-sungguh mengerti arti dan tujuan dari kegiatan pengawasan agar
pelaksanaan fungsi pengawasan itu dapat benar-benar terealisasi apa yang
menjadi tujuannya. Maka dari itu, tujuan dari makalah ini agar seorang pengawas
lebih mengetahui apa saja yang dijadikan
pedoman dalam pengawasan dan bagaimana proses pengawasan dilakukan. Hasil dari
makalah ini menunjukkan bahwa dalam proses pengawasan terdapat 14 asas yang
menjadi pedoman bagi seorang pengawas, dan pengawas harus melaksanakan langkah-langkah
yang harus di lalui dalam pelaksanaan pengawasan.
Kata kunci : pengawasan, pengawas,
asas-asas pengawasan, proses pengawasan
Pendahuluan
Pengawasan merupakan salah satu fungsi dalam manajemen
suatu organisasi. Dimana memiliki arti suatu proses mengawasi dan mengevaluasi
suatu kegiatan. Suatu Pengawasan dikatakan penting karena tanpa adanya pengawasan
yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi
organisasinya itu sendiri maupun bagi para pekerjanya. Di dalam proses
pengawasan diperlukan pedoman dan tahap-tahap pengawasan untuk mencapai tujuan
yang diinginkan. Untuk menjalankan proses pengawasan tersebut dibutuhkan alat
bantu manajerial, dikarenakan jika terjadi kesalahan dalam suatu proses dapat
langsung diperbaiki. Selain itu, dapat menunjang terwujudnya proses pengawasan
yang sesuai dengan kebutuhan.
Seorang pemimpin yang melakukan tugas pengawasan,
haruslah sungguh-sungguh mengerti arti dan tujuan daripada pelaksanaan tugas
pengawasan, yang merupakan pedoman yang perlu diikuti agar pelaksanaan fungsi
pengawasan itu dapat benar-benar merealisasi apa yang menjadi tujuannya.
Kajian
Pengawasan merupakan fungsi terakhir dari
fungsi setiap manajer. Namun pengawasan ini sangat berhubungan erat dengan
fungsi manajer yang lainnya. Perencanaan berhubungan erat dengan pengawasan,
karena dapat dikatakan bahwa rencana itulah yang dijadikan sebagai standar atau
alat pengawasan bagi pekerjaan yang sedang dikerjakan. Maka dari itu,
pengawasan dapat diartikan suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang
sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya
pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Menurut Harold Koontz dan
Cyril O’Donnel, mereka mengemukakan bahwa asas-asas pengawasan terdiri dari 14
bagian, yaitu: asas tercapainya tujuan, asas efisiensi, asas tanggung jawab
pengawasan, asas pengawasan terhadap masa depan, asas pengawasan langsung, asas
refleksi rencana, asas penyesuaian dengan organisasi, asas pengawasan
individual, asas standar, asas pengawasan terhadap strategis, asas kekecualian,
asas pengawasan fleksibel, asas peninjauan kembali, dan asas tindakan.
Asas merupakan sesuatu yang menjadi
tumpuan berpikir atau berpendapat. Maka dari itu, tiap-tiap asas yang telah
dikemukakan oleh Harold Koontz dan C yril O’Donnel memiliki maksud dan tujuan
tersendiri. Pengawasan yang dilakukan oleh manajer harus berpedoman pada asas
tercapainya tujuan dimana pengawasan harus ditunjukkan ke arah tercapainya
tujuan, yakni dengan mengadakan perbaikan untuk menghindari
penyimpangan-penyimpangan dari perencananaan. Kemudian maksid dari asas
efisiensi adalah pengawasan harus efisien, jika dapat menghindari penyimpangan
dari perencanaan, sehingga tidak menimbulkan hal-hal lain di luar dugaan. Asas
berikutnya yakni asas tanggung jawab pengawasan dimana pengawasan hanya dapat
dilaksanakan jika manajer bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana
tersebut. Kemudian untuk asas pengawasan terhadap masa depan bertujuan untuk
pencegahan penyimpangan perencanaan yang akan terjadi baik di waktu sekarang
maupun di masa yang akan datang. Selanjutnya asas pengawasan langsung disini mengusahakan
agar pelaksana juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Kemudian dalam asas refleksi rencana harus nmencerminkan karakter dan susunan
perencanaan. Berikutnya asas penyesuaian dengan organisasi, bahwa pengawasan
dilakukan sesuai dengan struktur organisasi dan kewenangan masing-masing. Dalam
asas pengawasan individual, pengawasan harus sesuai kebutuhan dan ditujukan
sesuai dengan tingkat dan tugas pelaksana. Selanjutnya asas standar dimana pengawasan yang efektif dan efisien memerlukan
standar yang tepat, yang akan digunakan sebagai tolak ukur pelaksanaan dan
tujuan. Kemudian asas
pengawasan terhadap stratgis dalam pengawasan yang efektif dan efisien memerlukan adanya perhatian yang
ditujukan terhadap faktor-faktor yang strategis. Untuk asas kekecualian, bahwa efisiensi dalam pengawasan membutuhkan perhatian yang di
tujukan terhadap faktor kekecualian yang dapat terjadi dalam keadaan tertentu,
ketika situasi berubah atau tidak sama. Berikutnya asas pengawasan fleksibel, pengawasan
harus luwes untuk menghindari kegagalan pelaksanaan rencana. Selanjutnya asas
peninjauan kembali dimana pengawasan harus selalu ditinjau, agar sistem yang digunakan berguna untuk mencapai tujuan. Dan yang terakhir asas tindakan, pengawasan dapat dilakukan apabila ada
ukuran-ukuran untuk mengoreksi penyimpangan-penyimpangan rencana, organisasi
dan pelaksanaan.
Untuk mempermudah pelaksanaan dalam
merealisasi tujuan pengawasan, harus melalui proses-proses pelaksaan pengawasan
tersebut. Proses-proses pengawasan tersebut adalah sebagai berikut: menentukan standa-standar yang akan
digunakan dasar pengendalian, kemudian mengukur pelaksanaan atau hasil yang
telah dicapai, selanjutnya membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan standar
dan menentukan penyimpangan jika ada, dan yang terakhir melakukan tindakan perbaikan jika
terdapat penyimpangan.
Simpulan
Simpulan dari makalah ini bahwasanya
terdapat 14 asasyang dikemukakan oleh Harold Koontz dan Cyril O’Donnel, dimana
asas-asas ini menjadi pedoman bagi seorang pengawas dalam pelaksanaan
pengawasan. Dalam pelaksanaan pengawasan terdapat 4 langkah yang harus
dilakukan oleh seorang pengawas.
Saran
Saran yang dikemukakan setelah makalah
ini disusun adalah seorang pengawas haruslah lebih sungguh dalam melaksanakan
pengawasan, karena dalam pengawasan terdapat pedoman yang menjadi landasan bagi
seorang pengawas. Dan juga seorang pengawas haruslah mengikuti langkah-langkah
yang telah ada dalam proses pengawasan.
Daftar
Referensi
Hasibuan Malayu SP. 2007 Manajemen:
Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara
Manullang.
2002. Dasar-Dasar Manajemen. Yogyakarta:
Universitas Gadjah Mada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar