Selasa, 04 November 2014

JURNAL ILMIAH-VAZ

PENGAWASAN DALAM BIDANG MANAJEMEN

Vina Ainuz Zam-Zam dan Nourma F Fauziyah
IAIN Walisongo Semarang

ABSTRAK

Dalam sebuah manajemen atau organisasi sangat diperlukan seorang pengawas, dimana seorang pengawas bertugas untuk mengawasi atau mengendalikan selama proses manajemen itu dilaksanakan. Pengawasan yang kurang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi manajemen itu sendiri maupun bagi para pekerjanya. Di dalam proses pengawasan seorang pemimpin yang melakukan tugas pengawasan, haruslah sungguh-sungguh mengerti arti dan tujuan dari kegiatan pengawasan agar pelaksanaan fungsi pengawasan itu dapat benar-benar terealisasi apa yang menjadi tujuannya. Maka dari itu, tujuan dari makalah ini agar seorang pengawas lebih mengetahui  apa saja yang dijadikan pedoman dalam pengawasan dan bagaimana proses pengawasan dilakukan. Hasil dari makalah ini menunjukkan bahwa dalam proses pengawasan terdapat 14 asas yang menjadi pedoman bagi seorang pengawas, dan pengawas harus melaksanakan langkah-langkah yang harus di lalui dalam pelaksanaan pengawasan.
Kata kunci : pengawasan, pengawas, asas-asas pengawasan, proses pengawasan

Pendahuluan
Pengawasan merupakan salah satu fungsi dalam manajemen suatu organisasi. Dimana memiliki arti suatu proses mengawasi dan mengevaluasi suatu kegiatan. Suatu Pengawasan dikatakan penting karena tanpa adanya pengawasan yang baik tentunya akan menghasilkan tujuan yang kurang memuaskan, baik bagi organisasinya itu sendiri maupun bagi para pekerjanya. Di dalam proses pengawasan diperlukan pedoman dan tahap-tahap pengawasan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk menjalankan proses pengawasan tersebut dibutuhkan alat bantu manajerial, dikarenakan jika terjadi kesalahan dalam suatu proses dapat langsung diperbaiki. Selain itu, dapat menunjang terwujudnya proses pengawasan yang sesuai dengan kebutuhan.
Seorang pemimpin yang melakukan tugas pengawasan, haruslah sungguh-sungguh mengerti arti dan tujuan daripada pelaksanaan tugas pengawasan, yang merupakan pedoman yang perlu diikuti agar pelaksanaan fungsi pengawasan itu dapat benar-benar merealisasi apa yang menjadi tujuannya.

Kajian
Pengawasan merupakan fungsi terakhir dari fungsi setiap manajer. Namun pengawasan ini sangat berhubungan erat dengan fungsi manajer yang lainnya. Perencanaan berhubungan erat dengan pengawasan, karena dapat dikatakan bahwa rencana itulah yang dijadikan sebagai standar atau alat pengawasan bagi pekerjaan yang sedang dikerjakan. Maka dari itu, pengawasan dapat diartikan suatu proses untuk menerapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya, dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula. Menurut Harold Koontz dan Cyril O’Donnel, mereka mengemukakan bahwa asas-asas pengawasan terdiri dari 14 bagian, yaitu: asas tercapainya tujuan, asas efisiensi, asas tanggung jawab pengawasan, asas pengawasan terhadap masa depan, asas pengawasan langsung, asas refleksi rencana, asas penyesuaian dengan organisasi, asas pengawasan individual, asas standar, asas pengawasan terhadap strategis, asas kekecualian, asas pengawasan fleksibel, asas peninjauan kembali, dan asas tindakan.
Asas merupakan sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat. Maka dari itu, tiap-tiap asas yang telah dikemukakan oleh Harold Koontz dan C yril O’Donnel memiliki maksud dan tujuan tersendiri. Pengawasan yang dilakukan oleh manajer harus berpedoman pada asas tercapainya tujuan dimana pengawasan harus ditunjukkan ke arah tercapainya tujuan, yakni dengan mengadakan perbaikan untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan dari perencananaan. Kemudian maksid dari asas efisiensi adalah pengawasan harus efisien, jika dapat menghindari penyimpangan dari perencanaan, sehingga tidak menimbulkan hal-hal lain di luar dugaan. Asas berikutnya yakni asas tanggung jawab pengawasan dimana pengawasan hanya dapat dilaksanakan jika manajer bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana tersebut. Kemudian untuk asas pengawasan terhadap masa depan bertujuan untuk pencegahan penyimpangan perencanaan yang akan terjadi baik di waktu sekarang maupun di masa yang akan datang. Selanjutnya asas pengawasan langsung disini mengusahakan agar pelaksana juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan. Kemudian dalam asas refleksi rencana harus nmencerminkan karakter dan susunan perencanaan. Berikutnya asas penyesuaian dengan organisasi, bahwa pengawasan dilakukan sesuai dengan struktur organisasi dan kewenangan masing-masing. Dalam asas pengawasan individual, pengawasan harus sesuai kebutuhan dan ditujukan sesuai dengan tingkat dan tugas pelaksana. Selanjutnya asas standar dimana pengawasan yang efektif dan efisien memerlukan standar yang tepat, yang akan digunakan sebagai tolak ukur pelaksanaan dan tujuan. Kemudian asas pengawasan terhadap stratgis dalam pengawasan yang efektif dan efisien memerlukan adanya perhatian yang ditujukan terhadap faktor-faktor yang strategis. Untuk asas kekecualian, bahwa efisiensi dalam pengawasan membutuhkan  perhatian yang di tujukan terhadap faktor kekecualian yang dapat terjadi dalam keadaan tertentu, ketika situasi berubah atau tidak sama. Berikutnya asas pengawasan fleksibel, pengawasan harus luwes untuk menghindari kegagalan pelaksanaan rencana. Selanjutnya asas peninjauan kembali dimana pengawasan harus selalu ditinjau, agar sistem yang digunakan berguna untuk mencapai tujuan. Dan yang terakhir asas tindakan, pengawasan dapat dilakukan apabila ada ukuran-ukuran untuk mengoreksi penyimpangan-penyimpangan rencana, organisasi dan pelaksanaan.
Untuk mempermudah pelaksanaan dalam merealisasi tujuan pengawasan, harus melalui proses-proses pelaksaan pengawasan tersebut. Proses-proses pengawasan tersebut adalah sebagai berikut: menentukan standa-standar yang akan digunakan dasar pengendalian, kemudian mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai, selanjutnya membandingkan pelaksanaan atau hasil dengan standar dan menentukan penyimpangan jika ada, dan yang terakhir melakukan tindakan perbaikan jika terdapat penyimpangan.

Simpulan
Simpulan dari makalah ini bahwasanya terdapat 14 asasyang dikemukakan oleh Harold Koontz dan Cyril O’Donnel, dimana asas-asas ini menjadi pedoman bagi seorang pengawas dalam pelaksanaan pengawasan. Dalam pelaksanaan pengawasan terdapat 4 langkah yang harus dilakukan oleh seorang pengawas.

Saran
Saran yang dikemukakan setelah makalah ini disusun adalah seorang pengawas haruslah lebih sungguh dalam melaksanakan pengawasan, karena dalam pengawasan terdapat pedoman yang menjadi landasan bagi seorang pengawas. Dan juga seorang pengawas haruslah mengikuti langkah-langkah yang telah ada dalam proses pengawasan.

Daftar Referensi
Hasibuan  Malayu SP. 2007 Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara
Manullang. 2002.  Dasar-Dasar Manajemen. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada


Tidak ada komentar:

Posting Komentar